Dinkes Kutim Periksa Tekanan Hipertensi Secara Masal, di Ikuti 600 Orang

oleh

SANGATTA- Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar gerakan periksa tekanan Hipertensi secara masal yang berlangsung serentak di seluruh Kabupaten/Kota. tak terkecuali di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yangd I pusatkandi Balai Pertemuan Umum 9BPU) Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (08/06/2024). Pagi.

Meskipuin sempat di guyur hujan, namun tidak menyurutkan masyarakat untuk ikut memeriksakan kesehatan yang di berikan secara cuma-cuma oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kegiatan yang juga di siarkan secara langsung oleh Kominfo Kutim melalui chanel Youtube ini juga di meriahkan dengan senam bersama sekaligus undian doorprize dengan hadiah yang cuku menarik.

Kepala Dinkes Kutim. dr Bahrani mengatakan, sebanyak 600 orang turut serta dalam kegiatan yang menjadi bagaian dari Peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang mengambil tema” “Ukur Tekanan Darahmu dengan Tepat, Kontrol dengan Minum Obat Teratur untuk Hidup Lebih Lama”, merupakan gerakan yang bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya penyakit Hipertensi.

“Ini menjadi bagian dari program yang di gagas oleh Provinsi Kaltim, untuk memecahkan rekor secara nasional untuk orang yang memeriksakan tekanan darahnya secara serentak, targetnya sendiri sebanyak 16 ribu orang seluruh Kaltim,” ujarnya.

Masih kata Bahrani, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi secara dini berkaitan dengan bahayanya penyakit yang menjadi penyumbang angka kematian terbesar ke tiga di dunia kepada masyarakat.

“Jadi adanya gerakan ini, mayarakat akhirnya bisa ngeh (paham) kalau Hipertensi ini bisa mematikan, karena datangnya tiba-tiba dan tanpa terasa,” ucap Bahrani.

Selain itu, penyakit Hipertensi atau lebih dikenal dengan nama darah tinggi ini, sudah masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesahatan, yang artinya, apabila masyarakat ingin berobat di pusat layanan kesahatan, mereka akan mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dengan mutu pelayanan yang sudah di tetapkan.

“Artinya apabila ada masyarakat yang mengeluhkan Hipertensi, mereka wajib di berikan obat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *